Mesin diesel penggerak generator by 3rr0r
MESIN
DIESEL PENGGERAK GENERATOR
A. Deskrpsi
kebutuhan
listrik diatas kapal sangat mutlak disamping digunakan sebagai alat penerangan,
listrik juga digunakan sebagai tenaga penggerak dengan bantuan electromotor,
baik untuk menggerakkan pompa-pompa maupun kepentingan lain seperti peralatan
elektronik, alat-alat bongkar muat dan lain-lain.
Seperti
halnya didarat, listrik diperoleh dan pembangkit berupa generator listrik induk
dapat menghasilkan listrik generator diatas kapal, perlu digerakkan diputar
dengan tenaga mekanik yang dapat berupa mesin uap (turbin uap) ataupun mesin
diesel ataupun mesin diesel atau yang dikenal sebagai motor Bantu (auxiliary
engine)
Dalam
bab ini akan diuraikan secara singkat, fungsi dan cara kerja serta diesel
tersebut seperti misalnya sistem pelumasan, pendinginan, bahan bakar dan
penjalannya.
B. Relevansi
Bab ini
perlu dipelajari mengingat sangat pentingnya fungsi mesin diesel diatas kapal
yang merupakan jantungnya kehidupan sehingga sangat mempengaruhi terhadap
keselamatan kapal dan pelayaran dan fungsi kapal itu sendiri.
Kemampuan
untuk dapat mengoperasikan, mengendalikan serta memelihara mesin disesel,
tergantung dari tingkat pemahaman dasar terhadap mesin diesel itu sendiri
C. Tujuan
Setelah
selesai mengikuti proses pembelajaran bab ini, diharapkan siswa mampu
1.
menjelaskan mesin-mesin diesel dan
prinsip kerjanya
2. menjelaskan fungsi mesin diesel di atas kapal
3.
menjelaskan konstruksi dan bagian-bagian
mesin diesel serta fungsinya
4.
menjelaskan cara kerja serta cara mengoperasikan
mesin diesel serta merawatnya
D. Fungsi
Mesin Diesel Bantu diatas Kapal.
Sebagai
jantungnya kehidupan fungsi kapal, mesin diesel berfungsi sebagai penggerak
generator listrik
Dengan
berfungsinya mesin diesel sebagai penggerak generator, maka tenaga listrik akan
dihasilkan yang selanjutnya tenaga listrik ini diperlukan untuk memungsikan
sistem penunjang bekerjanya mesin induk, penerangan, domestic, komunikasi, dan
lain-lain.
E. Jenis
mesin diesel
Dari
prinsip kerjanya, mesin diesel dibedakan sebagai
- mesin diesel 2 tak
sesuai
dengan namanya mesin ini menghasilkan langkah. Tenaga pada setiap 2 langkah
kerjanya atau setiap satu putaran engkolnya. Kedua langkah dari siklus kerjanya
disebut langkah kompresi (compression stroke) dan lsangkah powr stroke) atau
ekspansi (expansion stroke) posisi langkah siklusnya dapat disimak pada gambar
2-1

Gambar 2-1
Engkol
berputar dengan sekaligus menempatkan posisi torak dalam langkahnya pada posisi
ekstemnya yaitu titik mati atas (top dead centre = TDC) dan titik mati bawah
(bottom dead center = BDC) ditunjukan sebagai satu siklus dalam suatu diagram
waktu (timing diagram).
Perhatikan
proses yang terjadi dalam satu siklus :
1-2 Penyelesaian pembilasan,
Udara
masuk silinder dan membilas udara gas buang dan mengisi mengisi kembali untuk
pembakaran berikutnya. Disini kedua lobang pembuangan dan pembilasan terbuka
2-3 Selesai pembilasan
Lobang
bilas tertutup dan sejumlah udara bilas barangkali ada yang bocor. Terbawa ke
pembuangan.
3-4
Kompresi.
Lobang
pembuangan tertutup dan udara yang terperangkap dalam sislinder dikompresikan
pada lngkah naiknya piston sampai mencapai suhu yang cukup untuk menyalakan
bahan bakar
4-5-6
Penyemprotan bahan bakar
Penyemprotan/pengabutan
bahan bakar dan terjadi pembakaran karena kenaikan tekanan. Jangka waktu proses
ini tergantung dari penyetelan pompa bahan bakar dan tenaga yang dihasilkan.
6
- 7 Ekxpansi.
Selesai
dengan pembakaran gas panas berekspansi dan mendorong piston kebawah dan
merubah tenaga pembakaran (panas) menjadi usaha (work) di piston.
7
- 8 Pembungan gas buang.
Lobang
pembuangan terbuka dan gas buang keluar ke manifold gas buang, tekanan dalam
silinder jatuh dengan cepat.
8-1 Pembilasan.
Lobang
pembilasan terbuka dan udara bersih masuk medesak sisa-sisa gas buang.
1-
dst kembali siklus selanjutnya
b.
Mesin diesel 4 tak
Mesin
diesel 4 tak adalah mesin diesel yang langkah usahanya dihasilkan pada langkah
torak yang ke ampat atau pada 2 putaran poros engkol terjadi satu langkah usaha.
Diatas
kapal, jenis mesin diesel yang digunakan untuk penggerak generator adalah dari
jenis 4 tak ini. Adapun proses kerja dari tiap langkah dapat dilihat pada
gambar 2 – 2 yaitu siklus 4 tak.
Langkah–langkah
piston disebut : langkah kompresi
(compression stroke), langkah tenaga / usaha (power stroke atau expansion
stroke), langkah buang (exhaust stroke) dan langkah pengsian (aspirating atau
induction stroke)
Perhatian gambar 2-2 :
1-2 :
Penyelesaian langkah pengisian (aspiration)
2-3
Kompresi
Kelep udara masuk tertutup, udara
dalam silinder ditekan mencapai suhu untuk pembakaran bahan bakar.
3-4-5 Pengabutan bahan bakar
Pembakaran
dilakukan sesuai dengan kenaikan tekanan. Jangka waktunya diatur dengan
penyetelan pompa bahan bakar
5-6 usaha / tenaga
(ekspansi).
Selesai
pembakaran, tekanan gas pembakaran mendorong piston kebawah.

Gambar 2 - 2
6-7-8 Pembuangan.
Katup
buang terbuka piston mengusir gas buang keluar pada langkah keatasnya langkah
keatasnya.
8-9-10 Overlap.
Kelep
udara masuk terbuka sementara katup buang masih terbuka. Proses ini
ditingkatkan dengan supercharger atau mesin putaran tinggi
10-1 pengisian katup buang
tertutup piston mengisap udara bersih sepanjang langkah kebawahnya
1- dst ke siklus berikutnya.
Mesin
diesel 4 tak sebagai penggerak generator
Tenaga
mesin diesel diatas kapal antara yang terkecil sekitar 30 KW sampai 1,5 MW.
Pemindahan
gerak (prime mover) biasanya menggunakan kopling langsung ke generatornya,
namun sering juga dengan menggunakan rodagila (flywheel) yang biasanya bergigi
untuk memungkinkan dapat diputar dengan tangan pada rodagila juga kita jumpai
tanda-tanda kapan piston berada dibagian atas (tom deda centre = TDC) dalam
silinder

Gambar 2 – 4
Generator
dapat menghasilkan arus AC dan mungkin jua DC walaupun yang terakhir sudah
jarang dijumpai pada kapal-kapal yang dibangun setelah pertengahan tahuan 1960
an.
Jenis
mesin diesel yang digunakan diatas kapal dimungkinkan dari:
a.
mesin diesel kecepatan medium (medium
speed engine).
-
putaran : antar 300-1.000 rpm
-
kecepatan torak antara 6, 5, 9, 5 m /
detik
-
penggunaan biasanya untuk kapal-kapal
niaga
-
konfigurasi mesin :
*
tegak berderet (in line) gambar 2. 3
jumlah silsinder darim motor jenis ini dari
3, 4, 6 dan 8 bahkan ada yang 9 buah
·
v
(vee)-gambar 2. 4
·
jumlah
silinder dari motor jenis ini bervarisi dari 12 atau 16 buah tekanan efektif
rata-rata (brake mean effectif pressure-bmep) : 10-20 bar
jumlah
silinder dari motor jenis ini bervarisi dari 12 atau 16 buah tekanan efektif
rata-rata (brake mean effectif pressure-bmep) : 10-20 bar
Gambar 2-4
b. mesin diesel kecepatan tinggi (hig spedd
engine) :
-
putaran : 1.000 rpm keatas
-
kesepakatan torak 9,5 m/detik keatas.
-
merupakan mesin pendatang baru buat
kapal-kapal niaga, walaupun telah lama dipergunakan pada kapal-kapal perang,
dimana ratio tenaga tingginya dibanding dengan beratnya sangat menguntungkan
- b.m/e/p.: sekitar 10 bar
Catatan :
- dibandingkan dengan mesin diesel kecepatan rendah (slow running engine rpm dibawah 300 rpm ) mesin diesel kecepatan menengah mempunyai kelebihan yaitu mempunyai ratio yang lebih besar dalam hal tenaga /berat dan tenaga /ukuranny. Disamping itu, mesin diesel kecepatan menengah juga cenderung lebih sedikit biaya awal pada tingkat tenaga yang sama
2.
dengan
ukuran dan berat yang lebih kecil, mesin diesel jenis vee mempunyai tenaga yang
lebih besar dibandingkan mesin diesel jenis in-line
F. KONSTRUKSI
DASAR
Untuk
semua jenis mesin tegak (in-line, bagian-bagian pokok struktur mesin terlihat
pada gambar 2.5 :
bagian atas luar :
- Cylinder head
Pada
cylinder head dipasang :
1.
katup-katup
masuk (inlet valve) dan buang (outlet valve)
2.
saluran
masuk udar bersih (air inlet)
3.
saluran
keluar gas buang (exhaust gas outlet )
4.
pengabut
(injector)
5.
klep
keaman (safety valve
6.
katup
udar penjalan (air starting valve)
7.
saluran
air pendingin (keluar/masuk)
8.
keran
cerat/ keran indicator (indicator cock)
Bagian
tengah :
-
Cylinder
block ini terdapat ruangan pendingin yang dibangun bersama dengan cilynder
liner
-
Cylinder
liner
Pada
dinding cilynder liner terdapat alur dan lobang laluan minyak lumas
-
piston dan
kelengkapannya (gambar 2 – 5 piston dan
kelengkapannya, gambar 2-6 penampang piston)

Gambar
2 – 5 dan kelengkapan
untuk bekerjanya, piston
terdiri dari :
-
pistonnya
sendiri
-
compression
ring (4 buah), terpasang pada groove (lihat gambar 2-7) pegas torak (piston
ring) ini berfungsi untuk menghasilkan kompresi pada langkah kompresinya.
-
Oil
scrapperring (2 buah), terpasang pada grove pegas ini digunakan sebagai penahan
minyak lumas bahwa piston tidak terbawah keatas torak (ke ruang pembakaran)
-
Piton
pin (gidgeon pin) gudgeon pin ini berfungsi sebagai penghubung sekaligus poros
antara
batang torak
(piston rod) dengan piston
-
Piston
rod

-
Bagian
tengah bawah
-
Crankcase
yang dileengkapi dengan relief valve
-
Bed
plate, dimana terpasang rumah bantalan utama
-
Main
bearing
-
Main
shaft
-
Crankweb
-
Crankpin
-
Cranpink
bearing
Catatan : langkah ini sangat berbeda
dengan kerja 2 tak dimana pada satu putaran menghasilkan langkah tenaga.
Secara
bergantian sesuai dengan firing order dan konstruksi pipi engkol dan poros
engkol masing-masing silinder, maka langkah tenaga memutar poros utama (main
shaft) yang selanjutnya digunakan memutar generator melalui flywheel.
G. PEMBUKAAN
DAN PENUTUPAN KATUP
Gerakan
membuka dan menutup katup dilakukan oleh susunan penggerak yang terdiri dari :
1.
Rocker arm atau valve gear. Rocker arm
ini mempunyai dua ujung yang salah satunya (tepat) bersentuhan dengan ujung
batang katup (valve stem) sementara ujung lainya bersentuhan dengan push rod.
(lihat gambar 2-8)
2.
Pushrod (batang penekang), gerakan
batang ini keatas kebawah, ujung bagian atas menyentuh rockeram sementara ujung
bawah menyentuh cam dan campshaft.
Gerakan keatas pushrod terjadi saat ujung bawahnya terdorong oleh cam yang mengakibatkan
menekan katup sehingga terjadi pembukaan katup.
3.
Campshaft. Merupakan sebuah poros yang
dilengkapi dengan cam yang diatur untuk masing-masing push rod tiap silinder
dan sesuai dengan firing order Putaran campshaft ini terjadi karena dihubungkan
dengan poros mesin melalui liming gear, atau tirming chain.
Proses
Pembakaran
Penyemportan bahan bakar secara
pengabutan pada saat proses pembakaran yang terjadi dalam silinder, dilakukan
oleh pengabut (injector) yang tekanan dan aliran bahan bakar dilakukan oleh
pompa bahan bakar tekanan tinggi yang salah satu dan jenis Bosch. Oleh karena jenis ini paling banyak digunakan dimesin diesel
pada umumnya maka sering pompa tekanan tinggi ini disebut sebagai bosch
pump, walaupun ada jenis-jenis lain seperti
jenis pump bahan bakar yang dikembangkan oleh Sulzer atau lainnya.

Seperti halnya gerakan katup, maka
pompa tekanan tinggi yang terdiri dari beberapa pompa untuk setiap pengabut di
masing-masing silinder gerakannya atau pemompaannya juga diatur dengan fining
order oleh camsahaft.
Penamapang masing – masing pompa bahan bakar tekanan
tinggi dapat dilihat pada gambar 2 – 9
Bagian – bagian pompa :
1. Rol
(cam follower) yang siap disentuh kan dengan cam bahan bakar (fuel cam)
2. Plunger
kerja tunggal dengan langkah tetap
Plunger ini dibetuk alur bahan bakar yang dipompakan ke pengabut. Pengaturan
inid apat dilakukan dengan memutar posisi plunger.
3. Pegas
(helicar spring) yang mempertahankan agar cam follower tetap bersinggungan dengan
fuel cam.
4. Rack,
alat ini berfungsi untuk mengatur posisi plunger, yang pada akhirnya akan
berfungsi mengatur sedikit banyaknya
bahan bakar yang dikabutkan yang pada
gilirannya akan mengatur putaran mesin. Pengaturan rack dengan system mekanik
dilakukan oleh handle bahan –bahan bakar.
5. Saluran
masuk (inlet dan saluran kely=uar (discharge)
Gambar 2 – 10
memperlihatkan proses pemompaan jenis bosch tersebut

Pada
gambar 2 – 10 (a), plunyer E berada pada posisi terendah dari langkahnya dan
bahan bakar masuk ke barrel lewat kedua lobang ruang isap. Pada gerakan
naiknya, bahan bakar terdesak kembali melalui lobang-lobang tersebut sampai
sebatas posisi (b), dimana bagian ujung plunyer menutup medua lobang tersebut.
Bahan
bakar yang terperangkap diatas plunyer, pada gerakan namun selanjutnya akan
mendesak dan membuka katup tekan (delivery valve) yang dipasang dibagian atas
barrel. Tekanan bahan bakar oleh kenaikan langkah plunger dan ynag menyebabkan
terangakatnya katupbuang tersebut, membawa bahan bakar masuk kesaluran bahan
bakar menuju ke pengabut (injector).
Pada
(c) pingiran helicar plunyer membuka hubungan bagian lekukan helical dan lobang
keluar, maka selesailah pemompaan.
Pompa-pompa
ini bekerkja pada tekan hingga 176 kg/cm2 atau 211 kg/cm2 volume pemompaan tiap
pompa diatur oleh reck yang merubah titik awal atau akhir pemompaan. Rack ini
dihubungkan dengan poros pengatur ke genorever (regulator).
Penyemprotan
(injection) dilakukan 150 sebelum TDC dan berlangsung sampai 350 sudut engkol.
(crank angle) pembakaran akan berlangsung selama jangka waktu tersebut.

Pada
gambar 2-11 ditunjukan beberapa posisi pompa bahan bakar type bosh. Posisi 1
plunger pada posisi di mana bahan bakar yang masuk melalui c selain mengsih
penuh bagian hekica plunyer, juga langsung mengalir keluar posisi 2 alad posisi
dimana plunger dengan alur yang tetap sebagaimana posisi 1 berada pada titik
dimana alur helical plunger berhubungan dengan lobang keluar jadi posisi ini
adalah akhir pemompaan pada posisi penuh.
posisi
3 adalah dimana plunyer diputar (oleh rack) 900
ke kanan dan bahan bakarmasuk kedalam ruang pompa sementara dalam
perjalanan naiknya penghasilan pemompaan selesai sebelum posisi plunyer
dipaling atas, karena dari posisi helikalnya yang sudah berhubungan dengan
lobang keluar,
posisi
5 adalah dimana pada saat yang sama seperti satu dan tiga tetapi pemompaan yang
terkecil karena posisi helikalnya.
Pengabutan
bahan bakar
Agar
memperoleh pembakaran yang sempurna, dimana pada saat yang tepat sejumlah bahan
bakar terbakar habis pada suhu dan tekanan yang tepat dengan rasio bahan bakar
dan udara yang tepat pula, maka bahan bakar perlu dikabutkan untuk keperluan
itu. Pengabutan dilakukan oleh pengabut (injector) yang dapat dilihat
konstruksinya pada gambar 2-12.

Seperti
yang nampak pada gambar, pengabut atau injector lengakp ini terdiri dari :
- (valve body atau juga disebut
pemegang nozzle=nozzle holder)
badan ini berisi susunan komponen-komponen pengabut, disamping itu terdpaat saluran bahan bakar dari saluran masuk dan menuju ke ujung pengabut - Pegas katup (valve spring)
Pegas ini digunkaan untuk memberikan
atau membangkitkan tekanan pengabut yang dapat diatur kekuatannya dengan pengaturan
mur kompresi (compression nut = spring cap nut).
- Dowel
Dowel (pantek) adalah komponen yang berfungsi sebagai penghubung kunci. Agar kedudukuan nozzle dan valve body tepat. - Nozzle
Ada jenis pengabut yang memisahkan bagian ini yaitu nozzle body dan nozzle tip. Pada nozzle inilah tempat terjadinya pengabutan - valve needle (nozzle valve) komponen ini berfungsi sebagai katup dan oleh adnya pegas, ia selalu dalalm keadaan tertutup rapat kecuali bila ada tekanan bahan bakar yang mengangkatnya.
- pengikut (nut)
Pengikat ini digunakan untuk mengikat
susnan nozzle (atau nozzle tip dengan valve body).
H. SYSTEM
PELUMASAN

Bagian-bagian
yang perlu dilumasi dari mesin diesel ini adalah :
1.
silinder
liner yang berfungsi mencegah terjadinya keausan akibat gesekan antara pegas
torak (piston ring) dengan permukaan bagian dalam liner
2.
bantalan-bantalan
(bearings), tempat duduknya poros-poros
3.
bush-bush,
tempat duduknya pin
Untuk
pelumasan silinder liner terdiri dari 2 cara, bagian atas tempat terjadinya
pembakaran dilakukan secara tekan dengan menggunakan lubricator aparat,
sementara bagian bawah menggunkaan cara percik (splash) seperti nampak pada
gambar 2-13 Untuk pelumasan bantalan-bantlaan dan bush-bush, dilakukan dengan
cara pelumasan tekan menggunakan pompa minyak lumas, yang dihubungkan dengan
putaran mesin.
Sistem
pelumasan tekan ini disamping adany filter, cooler dan indicator tekanan
pelumasan, dilengkapi juga dengan pompa awal (primpin pump) yang digunkan saat
akan mestrat mesin (sebelum pompa utamanya jalan) yang digunakan sebagai
pelumasan awal.
I. PENDINGIN
Pendinginan
dilakukan terhadap :
1.
cilynder
block dan cylinder head
2.
piston
3.
udara
bilas untuk mesin diesel yang menggunkan turbo-charger.
4.
minyak
lumas
Pendinginan
terhadap silinder block dan cylinder head, dilakukan dengan sistem pendinginan
tertutup, dimana air tawar sebagai media pendingin utama (primer) yang setelah
mengambil panas mesin, kemudian didinginkan dicooler (cooler Bantu air tawar
pendingin mesin penggerak generator atau A.E.L.O. cooler)
pendingin terhadap piston dilakukan
dengan menggunakan sistem pelumasan tekan, yang dengan tekanan tingginya,
selain masuk ke celah-celah (clearance) bantalan-bantalan atau bush-bush, juga
masuk ke saluran batang torak dan saluran gudgeon pin selanjutnya masuk
kesaluran didalam piston (lihat gambar 2-6)
Untuk-untuk
kapal modern, sistem pendinginan dilakukan dua tingkat pendinginan suhu tinggi
(hig temperature cooling sistem), dimana cooler untuk turbocharge /
intercooler, LO cooler semua didinginkan oleh air tawar dan pendinginan suhu
rendah (low temperatur cooling sistem) mendinginkan air tawar pendingin.
J. CARA
MENJALANKAN MESIN
Untuk menjalankan mesin yang bertujuan
untuk memutar generator perlu langkah-langkah berikut :
1.
Yakin
bahwa “turn” telah bebas.
2.
Check
kondisi minyak lumas.
3.
Yakin
bahwa system pendingin air tawar telah siap.
4.
Lakuakan
pelumasan awal, sampai tekanan menunjuk pada kondisi memenuhi.
5.
Buka
katup indicator (indicator cock)
6.
Siapkan
sistim udara penjalan
7.
Lakukan
pembersihan sisa-sisa gas dalam selinder dengan menstart tanpa memasukkan
bahan-bakar (Blow up).
8.
Tutup
indicator cock.
9.
Start
mesin pada kondisi bahan bakar minimal.
10. Sesudah jalan, atur bahan bakar dan
putar sesuai dengan normalnya.
11. Check suhu-suhu, tekanan minyak lumas
dan matikan system penjalan.
K.
RINGKASAN
1.
Sebagai
penggerak generator diatas kapal, pada umumnya digunakan mesin diesel 4 Tak,
baik yang in line maupun vee.
2.
Konstruksi
mesin terdiri bagian yang tak bergerak dan bagian-bagian yang bergerak
3.
Bagian-bagian
yang bergerak memerlukan pelumasan, baik dengan sistim percik (splash) maupun
dengan sistim tekan.
4.
System
pendingin dilakukan terhadap selinder blok, termasuk pendingin selinder liner
serta selinder head dan juga piston.
5.
System
bahan bakar yang menunjang proses pembakaran dalam selinder mulai dari pompa
bahan bakar tekanan tinggi dan dikabutkan melewati injector.
6.
Untuk
start mesin perlu langkah-langkah yang benar (sesuai prosedur)
L.
PERTANYAAN.
1.
Jelaskan
fungsi mesin diesel bantu (Auxeliary engine) diatas kapal dan mengapa
keberadaannya dinyatakan fital.
2.
Jelaskan
langkah kerja mesin 4 Tak, bandingkan dengan mesin 2 Tak.
3.
Sebutkan
komponen-komponen yang terpasang pada Cylinder head: jelaskan fungsinya.
4.
Jelaskan
fungsi pegas pada pengabut (Injektor)
5.
Sebutkan
bagian-bagian pokok pompa bahan bakar tekanan tinggi dan jelaskan fungsinya.
6.
Jelaskan
dengan menggukan gambar skematik, cara kerja pompa “Bosch”.
7.
Jelaskan
apa fungsi timing gear.
8.
Jelaskan
fungsi air pilot valve.
9.
Jelaskan
bagaimana katup-katup, baik isap maupun buang dapat bekerja.
10. Sebutkan nama dan fungsi pegas yang
dipasang pada torak (piston)
11. Bagaimana menyusun pegas torak
sehingga menghasilkan fungsi maksimal.
12. Jelaskan bagaimana pendinginan
terhadap menghasilkan fungsi maksimal.
13. Jelaskan apa yang dimaksud dengan
pelumasan splash? Dimana anda jumpai?
14. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pelumasan
awal? Kapan dilakukan?
Komentar
Posting Komentar